Ada ide atau artikel bermanfaat ? Silahkan kirim ke email kita yahh !

Mengubah Sampah Menjadi Berkah: Desa Ngilo-ilo Slahung Inisiasi Program Bank Sampah

 SLAHUNG, PONOROGO – Masalah pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar di wilayah pedesaan. Guna mengatasi hal tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga, Pemerintah Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pembentukan Bank Sampah pada hari ini.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Ngilo-ilo ini dihadiri oleh perangkat desa, kader PKK, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari berbagai dusun. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan sistem circular economy (ekonomi sirkular) sederhana melalui pengelolaan sampah dari sumbernya langsung, yaitu rumah tangga.



Mengapa Bank Sampah Penting untuk Ngilo-ilo?

Selama ini, pola penanganan sampah di area pedesaan cenderung bertumpu pada cara konvensional: dibakar atau dibuang ke pekarangan kosong. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk mengubah sudut pandang bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang, melainkan bahan baku yang masih memiliki nilai ekonomis jika dipilah dengan benar.

Ilustrasi aktivitas warga memilah dan menyetorkan sampah ke Bank Sampah Desa.. Sumber: NurPhoto / NurPhoto via Getty Images


Langkah Praktis Penerapan Bank Sampah

Dalam materi sosialisasi, warga dibekali panduan praktis mengenai alur kerja bank sampah yang berbasis gotong royong. Berikut adalah tahapan yang akan mulai diterapkan di Desa Ngilo-ilo:

1.Pemilahan dari Rumah:Langkah Awal.

Warga diimbau memisahkan sampah menjadi tiga kategori utama sejak dari dapur: sampah organik (sisa makanan/daun), sampah anorganik layak jual (botol plastik, kertas, kardus, besi), dan sampah residu (popok, pembalut, kantong plastik tipis).

2.Penyetoran Rutin:Jadwal Mingguan/Bulanan.

Pada hari yang ditentukan oleh pengurus, warga membawa sampah anorganik yang sudah bersih dan terpilah ke titik kumpul Bank Sampah Desa Ngilo-ilo.

3.Penimbangan dan Pencatatan:Transparansi Data.

Petugas bank sampah akan menimbang berat jenis sampah yang dibawa warga. Hasil timbangan tersebut kemudian dikonversi ke nilai rupiah dan dicatat di dalam Buku Tabungan Sampah milik masing-masing warga.

4.Pencairan Dana:Manfaat Ekonomi.

Saldo yang terkumpul di buku tabungan dapat dicairkan secara berkala, misalnya menjelang hari raya, digunakan untuk membayar iuran warga, atau dikonversi menjadi sembako.

Dampak Positif Bagi Lingkungan dan Dompet Warga

Kepala Desa Ngilo-ilo dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mengejar kebersihan lingkungan semata. "Kalau lingkungan bersih, kesehatan warga otomatis terjaga. Ditambah lagi, ibu-ibu sekarang punya tabungan ekstra dari hasil memilah botol dan kardus bekas. Ini yang kita sebut mengubah sampah menjadi berkah," ujarnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, pihak desa juga berencana menyiapkan fasilitas hanggar atau tempat pemilahan sementara serta bekerja sama dengan pengepul besar (rongsok) tingkat kabupaten agar harga jual sampah organik dan anorganik di desa tetap stabil.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran warga Desa Ngilo-ilo Kecamatan Slahung dapat meningkat secara bertahap, sekaligus menjadikan Ngilo-ilo sebagai salah satu desa pelopor peduli lingkungan di wilayah Ponorogo bagian selatan.




Post a Comment

0 Comments